Apa Sih Alasan Kok Sekolah Dirusak Bagini? Duh Jadi Prihatin.

ApB8gUcBcaLGTZitk-H6Bamd9PN1IGkN-Bo9Pdkt4_80

Praya. Pengerusakan SMUN 2 Pujut, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang terjadi hari ini Senin (11/01) sekitar pukul 08.00 wita, oleh massa dari Dusun Pengeleng Dsa. Sukadana Kec. Pujut. Sekitar 150 orang datang menggunakan 20 unit sepeda motor dan 1 unit dum truk, dengan spontanitas massa melakukan pengeruskan di SMUN 2 Pujut.

Kejadian pengerusakan ini merupakan buntut dari pemalakan yang di lakukan oleh siswa inisial VE (16), US (16) dan JU (16) pada hari Sabtu (09/01) dengan meminta sejumlah uang kepada salah satu murid An. Suhaili (18), yang berasal dari Dusun Pengeleng, Desa Sukadana, namun korban menolak yang ahirnya di keroyok hingga mengakibatkan luka lebam di bagian mata.

Menurut keterangan dari salah satu guru bahwa rencananya hari ini akan dilaksanakan mediasi terkait permasalahan tersebut yang akan dilaksanakan di SMUN 2 Pujut oleh pihak sekolah, wali murid dan pemerintah dusun setempat terkait masalah perkelahian siswa yang terjadi pada hari Sabtu kemarin. Namun belum sempat berlangsung mediasi tiba-tiba datang sekelompok massa dengan membawa sajam jenis parang dan tombak yang langsung masuk ke areal sekolah dengan melempari ruangan kelas dan ruang guru yang menyebabkan kerusakan pada kaca jendela dan beberapa kursi.

Pasca pengerusakan tersebut sekitar pukul 09.00 wita, Kapolsek Pujut, Babhinkamtibmas masing-masing Desa, Kades Sukadana, Kades Truwai, Kades Bangket Parak, Kepala sekolah dan staf guru serta wali murid melakukan pertemuan di ruang kelas SMUN 2 Pujut. Atas kejadian tersebut kepala sekolah SMUN 2 Pujut hari ini akan melaporkan semua permasalah ini ke pihak Kepolisian Polres Loteng termasuk masalah perkelahian siswa dan pengerusakan sekolah. Hingga berita ini diturunkan semua siswa SMUN 2 Pujut untuk sementara dipulangkan oleh kepala sekolahnya hingga situasi kondusif.(adm)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close