Polres Sumbawa Tahan Tiga Mantan Pejabat Bank NTB

5 Januari, 2016
138 Views

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Prasetiyo, Senin (4/1) mengatakan, penahanan terhadap para tersangka Bank NTB ini setelah pihaknya mengantongi alat bukti dari BPKP berupa hasil kerugian negara yang mencapai Rp 2,39 Miliar. Alat bukti ini wajib dipenuhi dipenuhi penyidik dalam hal tindak pidana korupsi. Penahanan ini juga untuk memperlihatkan kepada publik bahwa pihaknya sangat serius menangani pidana korupsi yang terjadi di daerah ini, di samping untuk mempercepat penuntasan proses penyidikan. Setelah ini ungkap AKP Tri—sapaan akrab perwira lajang ini, penyidik akan mengirim berkas perkara ke kejaksaan sembari tetap berkoordinasi demi kelancaran perkara agar segera disidangkan.

Mengenai adanya tersangka baru, Ia memungkinkan apabila ada alat bukti lain. Dari gelar perkara yang dilakukan mulai dari keterangan dan rangkaian kejadian, pihaknya memutuskan ada tiga tersangka. Ketika dalam perjalanannya nanti ada alat bukti yang mengungkap adanya indikasi keterlibatan orang lain di luar tiga tersangka ini, maka akan dikembangkan. “Intinya kita akan selalu terbuka. Setiap tahapan akan kami sampaikan kepada publik melalui media massa sehingga tahapan yang ada dapat dikawal dengan baik,” ucapnya.

Terkait dengan adanya keinginan untuk penangguhan penahanan dari pengacara maupun keluarga tersangka, Kasat Tri, mempersilahkannya karena merupakan hak tersangka yang diatur dalam undang-undang. Untuk mengabulkannya tentu ada pertimbangan hukum dan subyektifitas dari penyidik, namun akan diperlakukan secara humanis. Meski demikian, Ia memastikan bahwa proses hukum kasus korupsi yang ditangani pihak kepolisian ini akan tetap berjalan hingga tuntas.

Untuk diketahui kasus dugaan penyimpangan Proses Pemberian Kredit Mitra Wirausaha (KMWU) di PT Bank NTB Cabang Sumbawa terjadi 2007 lalu dan mulai ditangani polisi awal 2015. Bermula dari pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar dengan kisaran Rp 50 juta per orang. Namun dalam pencairan kredit diduga tidak sesuai prosedur, karena pencairannya diduga dilakukan langsung tanpa ada pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur. Audit investigasi BPKP mengungkap kerugian negara mencapai Rp 2.388.963.150 (Rp 2,38 M). Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menetapkan tiga orang tersangka sejak Juli 2015 lalu. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

You may be interested

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi
Binkam
shares3 views
Binkam
shares3 views

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi

Polres Dompu - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44563" align="alignnone" width="300"] Salah seorang preman saat akan ditangkap sehabis mengamuk dipasar[/caption] Dompu - Sejatinya seorang preman berbadan tegap…

Jelang Akhir Tahun, Polres Dompu Terus Pantau Harga Sembako
Binkam
shares6 views
Binkam
shares6 views

Jelang Akhir Tahun, Polres Dompu Terus Pantau Harga Sembako

Polres Dompu - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44557" align="alignnone" width="300"] Petugas kepolisian melakukan pemantauan harga secara langsung[/caption] Dompu - Satuan Reserse Kriminal Resor Dompu terus lakukan…

Binkam
shares8 views

Kapolres Lotim ; Sebagai Personel Polri, Pegang Teguh Komitmen Netralitas

Polres Lotim - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44552" align="alignleft" width="341"] PESRTA UPACARA DALAM RANGKA PERGESERAN PASUKAN[/caption] Selong - Polres Lombok Timur Lakukan Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.