PELAKU CURANMOR DI GUNUNG TUNAK DI BEKUK

28 Desember, 2015
75 Views
1 Comments

IMG-20151228-WA0003

Praya. Taman Wisata Alam (TWA) gunung Tunak yang terletak di Dusun Takar-akar, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) merupakan lokasi wisata yang cukup menyedot perhatian publik. Tak heran setiap hari libur TWA Tunak dipadati pengunjung baik lokal maupun asing. Hal inilah yang memancing para pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) untuk melaksanakan aksi jahatnya, karena pengunjung lebih banyak menggunakan sepeda motor. Walaupun lokasi TWA gunung tunak ini sudah dijaga ketat termasuk lokasi parkir, selalu ada cara para pelaku kejahatan ini melancarkan aksinya.

Tiga orang personel yang terdiri dari Kanit Intel Polsek Kuta, Kanit VI Sat Intelkam Polres Loteng dan Anggota Buser mendapatkan informasi bahwa pelaku curanmor yang terjadi di TWA gunung Tunak adalah MU alias Uti (17) dan TA dan saat itu pelaku berada di portal pintu masuk TWA Gunung Tunak. Sekitar pukul 22.40 Wita, ketiga orang personel tiba di portal masuk TWA Gunung Tunak dan langsung mengamankan Uti beserta sepeda motornya, sementara TA langsung melarikan diri kearah Timur menuju kawasan hutan dan perbukitan.

Anggota Polres Loteng yang di bantu oleh beberapa orang warga setempat sempat melakukan pengejaran terhadap TA, namun karena kondisi yang gelap dan medan yang sulit menyebabkan tersangka Take berhasil melarikan diri. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Uti, ketiga Anggota bersama Uti dan ditemani oleh Anggota BKSDA TWA Gunung Tunak Karyawan Alias Karye masuk ke kawasan TWA Gunung Tunak sekitar pukul 23.00 Wita, utk mencari barang bukti sepeda motor Honda Karisma milik Korban Dewi S. Selanjutnya sekitar Pkl. 23.45 Wita, ditemukan sepeda motor Honda Karisma milik Korban di dalam semak-semak dalam keadaan utuh. Saat ini pelaku Uti sudah di amankan di Polres Loteng sedangkan sepeda motor jenis Honda Beat warna Hijau-Putih (tanpa plat) milik pelaku dan sepeda motor Honda Karisma milik Korban diamankan di Mapolsek Kuta.

You may be interested

Tenggelam Saat Memancing, Polisi Evakuasi Korban Dalam Keadaan Meninggal Dunia
Umum
shares6 views
Umum
shares6 views

Tenggelam Saat Memancing, Polisi Evakuasi Korban Dalam Keadaan Meninggal Dunia

Polres Dompu - Jan 18, 2018

[caption id="attachment_46618" align="alignnone" width="300"] Pihak kepolisian bersama warga saat mencari korban[/caption] Dompu - Nasib na'as harus menimpa korban Syarifuddin Muahmmad…

Umum
shares5 views

Dit Polair Polda NTB Kembali Gagalkan Pengiriman Bibit Lobster

Polair Polda NTB - Jan 18, 2018

Tribratanews.ntb.polri.go.id  Kamis (18/1) sekitar pukul 01.00 wita dini hari, Dit Polair Polda NTB mengamankan 1 (satu) unit Truck Mitsubishi dengan…

Wakapolda NTB : Sarana dan Prasarana Yang Ada di Wilayah Harus Selalu Diperhatikan Dan Dijaga
Umum
shares5 views
Umum
shares5 views

Wakapolda NTB : Sarana dan Prasarana Yang Ada di Wilayah Harus Selalu Diperhatikan Dan Dijaga

spripim ntb - Jan 18, 2018

[caption id="attachment_46609" align="alignnone" width="960"] Kombes Pol Drs Tajuddin M.H dan Karo Sarpras membuka acara Sosialisasi Bimtek Sarpras[/caption] Mataram - Kamis,…

One Response

  1. Semua pencuri yg di lombok tengah tidak takut karena hukuman mereka tidak berat.saya bicara debgan salah satu jambret ( pembegal) .dia bilang kalo mereka ngaku memang sudah mencuri,polisi tidak melakukan apa2 and beberapa minggu kemudian,dia di keluarkan.coba kalo mereka mendapatkan hukuman yg berat & tidak di keluarkan sampai 7 sampai 10 tahun bagu hukuman penjambret.mungkin penjambret yg meraja lela di daerah lombok selatan tidak akan sebanyak ini.

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published.