POLRES LOMBOK TIMUR BERHASIL PECAHKAN REKOR MURI

DSC02493         Kapolda NTB Saat memukul Kentongan sebagai tanda bahwa Polres Lombok Timur siap memecahkan Rekor Muri

Usaha dan kerja keras membuahkan hasil yang memuaskan, inilah bahasa yang tepat bagi Polres Lombok Timur yang sudah berhasil memecahkan Rekor Muri (museum Rekor Dunia Indonesia) keinginan yang kuat, tekat yang tinggi,dedikasi dan loyalitas kepada pimpinanan adalah modal utama yang dimiliki oleh seluruh personil Polres Lombok Timur, memecahkan Rekor Muri bukanlah segampang dan semudah membalik telapak tangan

Apel sejuta kentongan, yang digelar Kepolisian Resort (Polres) Lombok Timur, dilapangan umum Gor Selaparang Selong kemarin, berhasil memecahkan rekor muri. Dalam Apel yang cukup Spektakuler tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH.

Dalam Apel yang cukup Spektakuler tersebut Polres Lombok Timur mengambil Tema Apel Besar Sejuta Kentongan. Muri mencatat jumlah peserta yang hadir sebanyak 13665 peserta. Hebatnya, sebanyak 30 orang wisatawan yang merupakan mahasiswa asal Singapura, pun ikut berpartisifasi mensukseskan apel sejuta kentongan ini. kedatangannya ini, karena tertarik dengan digemakannya alat komunikasi tradisional oleh Polres Lotim.

DSCN0084

Atraksi dari Saka Bhayangkara Polres Lotim disaksikan oleh seluruh

Masyarakat yang hadir dalam Apel besar sejuta kentongan

Kapolda NTB Brigjen Umar Septono dalam amanatnya mengatakan, salah satu tugas pokok Polri disebutnya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, dibantu oleh TNI. Termasuk dibantu adanya Pamswakarsa, perorangan atau pun komunitas yang dibentuk masyarakat.“Kesadaran masyarakat perlu digugah dan digalakkan terus menerus, dalam menjaga keamanan masing-masing,”kata Umar.

Lanjutnya, guna mendukung program seribu masjid dan seribu poskamling, akan lebih tepat lagi menggemakan sejuta kentongan menuju sejuta kedamaian. Diketahui bersama, di Lotim kentongan adalah alat komunikasi sangat tradisional yang dinilai memberikan informasi yang sifatnya spontan. Terutama, masyarakat dipedesaaan.

Memang kata orang nomor satu di Polda NTB ini, banyak alat komunikasi modern seperti Hp. Tapi itu banyak kendala, jadi sulit bergerak secara bersama-sama. Ini latar belakang, mengapa harus menggemakan penggunaan kentongan ditengah masyarakat. Selain murah, juga epektif untuk menyampaikan informasi yang cepat dan tepat.“Kegiatan ini mengandung esensi adanya kepedulian dan tekad kuat, secara bersama-sama menciptakan Kamtibmas,”ucapnya.

Kapolda NTB juga menyampaikan, kejadian menonjol diwilayah Lotim tak terlalu tinggi. Kendati demikian, masih ada kasus pencurian dan lain-lain . Sehingga, adanya program kentongan ini, sebagai bentuk kepedulian masyarakat, untuk sama-sama mengamankan lingkungan. Kentongan adalah warisan nenek moyang yang dinilainya patut dipertahankan.“Kalau ada kentongan, pelaku kejahatan paling tidak berfikir seribu kali untuk melakukan kejahatan. Karena masyarakat sudah siaga,”terangnya.

DSC02533

Awan Raharjo ( Senior Manager Muri) saat memberikan Piagam Muri

Kapolres Lotim AKBP KARSIMAN, SIK, MM menambahkan, selain sebagai acara silaturrohmi, juga menunjukkan pada halayak, bahwa Lombok Timur siap siaga untuk menangkal gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat, dengan menjadikan kentongan sebagai alat komunikasinya.“Adanya kentongan ini, beberapa penjahat sudah ditangkap warga saat menjalankan aksinya,”tegasnya.Kecepatan berkomunikasi menggunakan kentongan, lebih dari sekedar Hp. Terutama, daerah yang tak terjangkau jaringan dan lainnya. “Kalau kentongan cepat membangunkan orang tidur. Beda dengan Hp,”tegasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Awan Raharjo, Senior Manager Muri mengatakan, hari ini Muri mencatat peristiwa paling superlativ, yang diprakarsai insan kebanggaan bangsa yakni Polri. Kegiatan ini, melibatkan jumlah peserta terbanyak se Indonesia. Dari 13 ribu yang direncanakan Polres, namun tingginya animo masyarakat membuat jumlah peserta membludak. Bahkan, dalam catatan muri, jumlah peserta pembawa kentongan sebanyak 13665.“Ini rekor pertama kali muri. Muri mencatat program Sejuta kentongan ini dengan urutan 7251,”sebutnya.

Esensi sebuah rekor muri disebutnya bukanlah apel sejuta kentonga. Tetapi, bagaimana menjaga suasana kemanana masyarakat, dimana ada sinergisitas aparat berkolaborasi masyarakat, dalam peranannya menjaga lingkungkan. Salah satunya lewat kentongan, dimana alat komunikasi cukup epektif ditengah masyarakat. Terutama, menjangkau desa terpencil untuk mencegah kejahatan.“Muri dengan bangga mengapresiasi kegiatan apel besar membawa kentongan terbanyak se Indonesia. Ini sangat luar biasa sekali,”tereangnya.

Dalam rekor Muri ini, beberapa kriteria penilaiannya disebutkan Awan, salah satunya adalah kegiatan ini hal pertama kali, dimana belum pernah terjadi, menyangkut jumlah kuantitas atau pun ukuran paling unik, dan ini adalah unik dan langka.“Ini masuk kriteria muri superlativ, dimana di ikuti peserta paling banyak,”tutupnya.

Usai apel besar, Satuan Reserse dan kriminal (Satreskrim), melakukan simulasi ronda malam, dengan beberapa kejadian. Salah satunya pembunuhan dan pencurian hewan

DSC02569Anggota Polres Lotim bersama dengan Masyarakat saat melakukan Simulasi

Anggota Polres Lotim bersama dengan Masyarakat saat melakukan Simulasi Pencurian Tindak Pidana Pembunuhan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close