Diduga Cabuli Bocah, Mantan pegawai BUMN Dicari Polisi

30 November, 2015
84 Views

SUMBAWA BESAR, (30/11/2015)

Pencabulan-Bocah-620x330FS, oknum pensiunan perusahaan BUMN kini dicari polisi. Pasalnya warga yang tinggal di Kelurahan Brang Biji ini, kabur setelah tertangkap basah diduga mencabuli bocah anak tetangganya sendiri, Sabtu (28/11) pagi kemarin. Bahkan FS sempat dihajar oleh ayah bocah berumur 9 tahun tersebut. Kasus memalukan ini bermula ketika korban sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) yang tengah menunggu jemputan untuk berangkat ke sekolah, FS sempat meminta ijin mengajak korban ke rumahnya. FS beralasan ingin meminta bantuan korban untuk menulis nama-nama teman sebayanya karena akan diundang pada acara syukuran dalam waktu dekat. Tanpa curiga sedikitpun W dan ayahnya MA (66) membiarkan adiknya dibawa FS. Selain tetangga dekat dan dikenal baik, FS sudah menganggap korban seperti anaknya sendiri. “Saya langsung berangkat kerja,” kata W seorang guru TK ini.

Kasus inipun terungkap ketika ayahnya hendak ke sawah melintas di depan rumah FS. Ayahnya merasa curiga dan was-was karena suasana sepi. Akhirnya MA mampir ke rumah FS untuk melihat kondisi korban. Saat masuk ke pekarangan, MA mendengar seperti suara rintihan anak kecil dari salah satu bangunan yang terpisah dari rumah utama. Rencananya bangunan itu akan digunakan untuk praktek anak FS. Setelah masuk ke dalam, MA terperanjat karena melihat FS dalam keadaan telanjang memegang kemaluannya dan korban terlentang di depannya dalam kondisi tak bercelana. Terlihat korban menangis ketakutan. MA langsung naik pitam mendobrak pintu langsung memukul FS. Karena tertangkap basah, FS hanya menangkis pukulan sambil bersujud minta ampun. “Ayah langsung menggendong dan membawa adik saya, sambil mengancam akan melaporkan kasus itu ke polisi,” cerita W yang mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi ayahnya saat dia sedang mengajar. Bersama ayahnya, W mendampingi adiknya melaporkan kasus dugaan asusila itu ke Polres Sumbawa. Saat diperiksa di ruang Unit PPA Reserse dan Kriminal (Reskrim), korban ditemani pendamping dari P2TP2A—lembaga perlindungan anak dan perempuan bentukan BKBPP Kabupaten Sumbawa.

Secara terpisah, Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo mengatakan laporan kasus ini telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi termasuk korban, dan menjemput terlapor (FS) di kediamannya yang juga lokasi kejadian. Namun FS tidak berada di rumah dan diduga telah kabur. “Yang ada hanya istri dan pembantunya. Selain itu polisi juga telah melakukan visum terhadap korban. Hasilnya nanti akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk menentukan pasal yang disangkakan kepada terlapor. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

You may be interested

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan
Umum
shares1 views
Umum
shares1 views

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram –  tradisi adat sasak  Nyongkolan merupakan sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok Nusa…

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras

Polres Dompu - Okt 21, 2017

[caption id="attachment_41604" align="alignnone" width="300"] Proses penertiban minuman keras di kabupaten dompu[/caption] Dompu - Sebanyak kurang lebih 2.100 (dua ribu seratus)…

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur
Binkam
shares10 views
Binkam
shares10 views

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram - Lombok merupakan salah satu pulau dengan penduduk Muslim terbanyak nomor 3 di Indonesia dan memiliki satu bahkan lebih…

Leave a Comment

Your email address will not be published.