DI DUGA LARIKAN GADIS INGUSAN, JH BABAK BELUR

SUMBAWA BESAR, (26/11/2015)

JH-babak-Belur-480x330Wajah JH (22) sepertinya sulit dikenali. Pasalnya pemuda yang tinggal di Labuan Sangor, Kecamatan Maronge ini baru saja dikeroyok massa sehingga mukanya bonyok tak beraturan, Rabu (25/11). Dia terpaksa dievakuasi ke Polres Sumbawa untuk menghindari adanya aksi lanjutan. Kondisi yang dialami JH, karena diduga hendak membawa kabur gadis ingusan sebut saja Kembang (bukan nama sebenarnya) yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Sebelumnya JH dan Kembang yang masih di bawah umur ini dalam perjalanan menuju Bima. Bus yang mereka tumpangi dihadang sekelompok orang di wilayah Kecamatan Plampang, lalu memaksa keduanya turun. Seperti dikomando, JH dihajar. Anggota Polsek Plampang yang mendapat laporan langsung bergerak ke TKP mengamankan JH yang sudah babak belur. JH langsung dievakuasi ke Polres Sumbawa.

JH mengaku memiliki hubungan asmara dengan Kembang. Sebelumnya sebulan lalu, JH bertemu Kembang di Terminal Dara Kota Bima. Saat itu gadis berumur 15 tahun itu mengaku ingin bekerja di Bima karena ada pamannya yang bekerja sebagai mandor di Pelabuhan Sape. Dari situlah cinta bersemi yang kemudian memboyong Kembang ke rumahnya di Labuhan Sangor, Kecamatan Maronge. “Saya dan dia ke Bima itu untuk bertemu orang tua saya meminta restu menikahi dia (Kembang), tapi di tengah jalan kami dicegat.

Kapolsek Plampang, IPDA Sumardi mengaku hanya mengamankan JH dari aksi massa. Mengenai proses hukumnya, sudah ditangani Polsek Moyo Hilir yang sebelumnya laporan kehilangan gadis tersebut. “Kami hanya mengambil tindakan karena aksi pengeroyokan itu terjadi di wilayah Plampang,” akunya. Meski demikian, pihaknya tetap meminta keterangan pasangan tersebut dan akan berkoordinasi dengan Polsek Moyo Hilir. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close