KASUS JUAL BELI TAHUN 2006 MUNCUL LAGI KE PERMUKAAN DI TAHUN 2015

14 November, 2015
137 Views

 

 

 

Permasalahan demi permasalahan terus timbul dalam kehidupan bermasyarakat dan disebabkan oleh berbagai macam masalah, orang bijak bilang tidak aka nada asap kalok tidak ada api, namun orang bijak juga bilang tidak ada suatu masalahpun yang tidak bsa terselesaikan asalkan ada usaha dan upaya untuk menyelesaikan perkara tersebut pepatah timur bilang man jadda wajada (siapa yang bersungguh sungguh pasti bisa).

Hal inilah yang selalu diupayakan oleh Kapolsek terara AKP IKOMANG SAMIA bersama anggotanya namun kembali lagi ke orang bijak bilang sepandai-paindai tupai melompat akhirnya jatuh jua dan tibalah saatnya Polsek terara dihadapkan dengan masalah lama yang muncul lagi ke permukaan dengan kronologis kejadian, pada tahun 2006 telah terjadi akad jual beli melalui salah seorang Notaris yang alamat Kantornya bertempat di Mataram, jual beli tersebut antara Baiq. Watik (selaku Penjual) yang beralamatkan di Jln. Raya terara tepatnya di sekitaran Polsek Terara dan Bapak Agus muliadi (selaku Pembeli) yang saat ini berdomisili di Mataram.

Adapun Obyek yang dijual belikan tersebut yaitu sebuah bangunan bersama dengan Halaman kurang lebih seluas 16 (enambelas) are, masalah mulai muncul ketika ada perjanjian jual beli di hadapan Notaris yang dilengkapi dengan bubuhan tanda tangan di atas Materai dengan isi “ tanah beserta bangunan dijual ke pembeli atas nama agus muliadi dengan hargaRp. 235.000,000 (duaratus tigapuluh lima juta rupiah) akan tetapi pembayaranya dibayarkan dulu sejumlah Rp. 135.00,000 dan sisanya akan dibayarkan pada tanggal 26 Juni 2006, apabila Pembeli tidak mampu membayar sisa pelunasanya setelah 10 (sepuluh) hari setelah tanggal 26 Juni 2006 maka Uang bapak Agus Muliadi selaku pembeli yang sudah diserahkan kepada penjual a.n. baiq watik akan menjadi miliknya.

Setelah beberapa hari berjalan, tepatnya pada tanggal 29 Juni 2006 Pembeli melunasi sisa bayaran bangunan yang dibeli sejumla Rp. 100.000,000 (seratus juta rupiah) sehingga cukuplah jumlah uang pembelian tersebut sejumlah Rp. 235.000,000. Dengan demikian maka lunaslah pembayaran bangunan tersebut dan perjanjian belum jatuh tempo sehingga terjdilah suatu kesepakatan bangunan tersebut terjual seharga Rp.235.000,000 (duaratus tigapuluhlima juta rupiah) hany saja pelunasan tersebut tidak dilunasi dihadapan Notaris akan tetapi administrasi,saksi-saksi serta Dokumentasi lengkap dan dibubuhkan juga tandatangan penjual di atas Materai sehingga serta Sertifikatpun diserahkan oleh penjual kepada pembeli.

Beberapa bulan setelah serah terima sertifikat antara si penjual dengan si pembeli bangunan tersebutpun direhap oleh Pembeli sampai menghabiskan Rp. 30.000,000 (tigapuluh juta) lebih namun perehapan tersebut tidak dikontrol oleh pemilik bangunan yang baru dan perehapan tersebut diserahkan seutuhnya kepada Tukang yang mengerjakan perehapan tersebut, disebabkan ada suatu dan lain hal pemilik baru a.n Agus muliadi setelah bangunan tersebut jadi belum saja dating ke bangunan tersebut sehingga Pemilik lama (penjual) a.n. Baiq watik meminta Konci bangunan tersebut kepada Tukang yang merehap bangunan milik Bapak Agus muliadi dan langsung menempatinya.

Setelah beberapa hari bangunan tersebut selesai dikerjakan oleh Tukang, datanglah Bapak. Agus muliadi untuk mengambil konci bangunanya dan berencana langsung untuk membalik nama dari pemilik lama a.n Baiq. Watik ke namanya sendiri, akan tetapi sesampainya Bapak. Agus muliadi di bangunan miliknya tersebut, ironisnya sudah ada yang menghuni bangunan tersebut yang tiada lain dan tiada bukan dia adalah penjual dari bangunan yang sudah dibeli oleh bapak. Agus muliadi.

Berbagai jalan ditempuh oleh pak. Agus untuk mendapatkan kembali bangunan yang sudah dibelinya tersebut, mulai dari cara kekeluargaan, Mediasi yang diadakan oleh Pihak Desa bahkan sampai menempuh jalur Hukum, tindakan tersebut dilakukan oleh pembeli karena dianggap tidak ada solusi lain karena berbagai upaya dilakukan oleh Pak Agus semuanya berujung sia-sia.

Upaya Hukum dilakukan oleh pihak pembeli dengan cara melaporkan perkara tersebut ke Polres Mataram dan Hasilnyapun sia-sia karena perkara tersebut menuai hasil SP3 (kasus tersebut dihentikan). Dengan alasan-alasan tertentu dari pihak Kepolisian Resor Mataram, dengan kejadian tersebut, secara tidak langsung hal tersebutlah yang membuat pihak penjual untuk bersikukuh mempertahankan tanah yang sudah dijual, selain itu juga, alasan kuat lainya pelunasan belum dilunasi dan adapun bukti pelunasan yang dipegang oleh pembeli dianggap Manipulasi dan tandatanganya ditiru.

Semua cara telah dilakukan oleh Pak Agus untuk mendapatkan bangunan yang sudah dibeli dan dilunasinya tersebut, namun hasilnya tidak menuai hasil seperti yang diinginkan, Dengan demikian maka sekira pukul 18.00 wita Pak. Agus mencoba menggunakan jasa Pamswakarsa AMPHIBI untuk mendatangi Baiq. Watik dan kedatangan Pamswakarsa AMPHIBI tersebut hampir berujung ricuh, untung saja Kapolsek Terara AKP IKOMANG SAMIA bersama beberapa anggotanya berhasil menengahi perseteruan tersebut untuk mengantisipasi hal tersebut berujung anarkis Kapolsek Terara juga berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Lombok Timur dan seketika itu juga Kasat Reskrim AKP HARIS DINZAH S.I.K bersama beberapa anggota Buser mendatangi TKP dan mengajak kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara tersebut dengan system kekeluargaan (mediasi).

Mediasi tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit namun belum ada hasil akhir untungya kericuhan yang hampir terjadi antara pembeli dan penjual tersebut berhasil direda. Karena masalah tersebut belum berakhir dan pihak pembeli belum merasa puas, maka pada hari Selasa tanggal 03 Nopember 2015 sekira pukul 14.00 pihak pembeli akan melaporkan perkara tersebut ke Mapolres Lotim.

 

 

 

 

 

You may be interested

Jajaran Polres Mataram Turun Kejalan Amankan Aksi Solidaritas Untuk Palestina
Umum
shares3 views
Umum
shares3 views

Jajaran Polres Mataram Turun Kejalan Amankan Aksi Solidaritas Untuk Palestina

Polres Mataram - Des 17, 2017

Mataram - Sekitar 250 orang yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Dunia Islam turun kejalan pada hari ini Minggu (17/12). "Setelah…

Mengenal SM, Residivis Begal Yang Video Penangkapannya Sempat Viral Di Media Sosial
Featured
shares4 views
Featured
shares4 views

Mengenal SM, Residivis Begal Yang Video Penangkapannya Sempat Viral Di Media Sosial

Polres Lombok Tengah - Des 16, 2017

[caption id="attachment_1994" align="alignleft" width="360"] SM dan beberapa barang bukti (14/12)[/caption] Praya – Sabtu (16/12) beberapa hari belakangan ini, warga dunia…

Basah-Basahan, Polisi di Dompu Bantu Masyarakat yang Terkena Banjir
Binkam
shares8 views
Binkam
shares8 views

Basah-Basahan, Polisi di Dompu Bantu Masyarakat yang Terkena Banjir

Polres Dompu - Des 16, 2017

[caption id="attachment_44749" align="alignnone" width="300"] Personil polres dompu saat membantu warga mendorong sepeda motor yang macet[/caption] Dompu - Hujan deras bahkan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.