CATUT NAMA KAPOLRES, CAMAT DAN LURAH NYARIS TERTIPU

12186245_131749367182124_7057150063808503376_oSUMBAWA BESAR, SR (27/10/2015)

Meski belum lama menjadi Kapolres Sumbawa, namun nama AKBP Muhammad SIK telah digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan. Nama pejabat Kepolisian ini dicatut, dan sejumlah kepala desa, lurah bahkan camat nyaris menjadi korbannya. Aksi penipuan dengan mencatut nama Kapolres sudah kerap terjadi. Biasanya aksi ini dilakukan ketika pergantian atau menjelang kepindahan Kapolres. Selain itu dalam rangka memperingati hari-hari besar seperti HUT Bhayangkara.

Oknum yang mengaku sebagai ajudan Kapolres Sumbawa ini awalnya menghubungi Camat Sumbawa, Mulyadi S.Sos. Oknum ajudan palsu itu mengaku diperintah Kapolres untuk meminta sejumlah nomor handphone para camat, lurah dan pengusaha di Sumbawa. Dialog panjang sempat terjadi dengan Camat Sumbawa.

Mulyadi mengatakan tidak perlu meminta kepadanya karena di setiap desa dan kelurahan tersebut sudah ada petugas Babinkamtibmas atau jajaran di bawahnya. ‘Ajudan’ inipun meyakinkan Camat Mulyadi untuk dapat berbicara langsung dengan kapolres. Menurut oknum penipu tersebut, tujuan permintaan nomor ini karena Polres Sumbawa akan menggelar pertemuan dengan semua pengusaha. Namun Mulyadi menolaknya karena mencium ada kejanggalan. Karena dibentak oleh camat bersuara merdu ini, sang penelepon menutup pembicaraan dan dipastikan dia adalah seorang penipu,” tukasnya.

Saat itu Mulyadi langsung menghubungi semua lurah dan beberapa camat untuk waspada jika ada orang yang menelepon dan mengaku ajudan atau kapolres. Ternyata sudah ada beberapa lurah dan camat yang telah dihubungi oknum tersebut, namun tidak ditanggapi.
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi terpisah, menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan ajudan untuk meminta semua nomor telepon camat, lurah dan pengusaha. Kapolres memastikan jika penelepon tersebut adalah seorang penipu yang mencatut namanya dan ajudannya. Karenanya kapolres meminta semua elemen masyarakat untuk waspada dan tidak cepat percaya dengan seseorang melalui saluran telepon yang mengaku-ngaku sebagai dirinya ataupun pejabat di daerah ini. “Sebelum melayani permintaan penelepon ada baiknya kroscek langsung untuk memastikan kebenarannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close